Salam Dayalima

Seksi Seleksi, Seleksi Yang Seksi?

Sebagai seksi seleksi, mana yang bagi Anda lebih seksi?
kandidat top atau kandidat yang tepat? Dilema yang mungkin kita semua pernah alami ketika melakukan proses seleksi. Untuk itu @Dayalima di edisi ini mengajak Anda untuk melihat piranti dan sarana apa saja yang dibutuhkan dalam melakukan seleksi menurut Global Selection Forecast 2012.
 
Lalu bagaimana dengan proses pencarian bakat itu sendiri? Semua media mengatakan bahwa social media, seperti linkedln, facebook dan twitter adalah sarana paling seksi saat ini untuk menemukan dan merekrut karyawan, tapi belum ada yang memberikan solusi bagaimana memonitor kandidat yang melamar dari beragam sosial media dalam satu dashboard dan tanpa harus memantaunya siang dan malam. Untuk itu salah satu perusahaan anggota keluarga Daya Lima, yaitu DDG akan mencoba memberikan pencerahan melalui perangkat rekruitmen SuccessFactor yang bisa Anda baca di box solusi yang menyertai artikel utama kami.
 
Di Edisi kedua @Dayalima tahun 2013 ini, kami juga mengangkat sosok Rainier Turangan, Direktur Daya Dimensi Indonesia yang berbagi pengalaman ketika mengikuti @kelasinspirasi, sebuah inisiatif dari Anies Bawesdan, di SDN Karet 01 Pagi dengan harapan suatu hari Indonesia menjadi lebih baik. Harapan yang sama ketika Daya Lima yang bekerjsama dengan Djarum Apresiasi Budaya dan Yayasan Bunda memutuskan untuk mementaskan “Padusi” atau dalam bahasa Minang berarti perempuan, sebuah mahakarya dari Tom Ibnur dan Nia Dinata, yang akan digelar di TIM pada tanggal 11-12 Mei 2013 mendatang. Silahkan baca ulasan mengenai persiapan pagelaran ini dan tentu saja jangan lupa untuk segera booking tiketnya, karena memutuskan untuk menonton drama musikal ini juga termasuk seleksi yang seksi...
 
 

Apakah Kandidat Terbaik adalah Kandidat yang Tepat?

Suatu hari Anda menghadapi pilihan sulit karena harus memutuskan satu dari dua kandidat untuk mengisi sebuah jabatan penting. Kandidat pertama terlihat sebagai seseorang yang bergelimang penghargaan dan sepertinya dia adalah kandidat terbaik Anda saat itu. Calon kedua tidak secemerlang yang pertama, tapi memiliki potensi untuk dikembangkan dan sepertinya lebih cocok secara kultur. Mana yang harus Anda pilih?
Kasus diatas sering menjadi dilema para praktisi SDM, karena dari keputusan tersebut masa depan perusahaan dipertaruhkan. Sebuah studi mengenai tantangan bisnis pada Konferensi Dewan CEO (Mitchell et al, 2012) menyebutkan bahwa strategi seleksi karyawan adalah prioritas kedua ratusan CEO di seluruh dunia, setelah inovasi.
 

Optimalkan Kegunaan Basis Data Anda.

Beberapa perusahaan merasa telah menghimpun informasi mengenai kandidat secara besar-besaran untuk menghindari krisis kekosongan jabatan. Big Data inilah yang kemudian dijadikan pertimbangan untuk merekrut kandidat. Sayangnya, sebagian besar organisasi melakukan kesalahan dengan menggunakan data dengan melihat siapa yang bisa mengisi posisi lowong dalam waktu dekat dan sesuai dengan anggaran yang ada. Sedangkan organisasi lainnya memanfaatkan data tadi hanya untuk menambah jumlah data potensial untuk meningkatkan kualitas karyawan mereka. Padahal, apabila kedua hal ini dikombinasikan menjadi satu, organisasi dapat menyingkap potensi data sesungguhnya, yaitu; kemampuan perusahaan mendapatkan bakat yang diperlukan untuk mengeksekusi visi jangka pendek maupun jangka panjangnya.
 

Tips menentukan kriteria kandidat ; Lihatlah secara menyeluruh.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melihat kandidat dari beberapa dimensi yang berbeda, seperti; pengetahuan, pengalaman, kompetensi dan atribut yang menjadi persyaratan untuk posisi yang dimaksud. Setelah itu tetapkan bagaimana mengukur dimensi tersebut, sehingga Anda dengan mudah bisa melakukan uji tuntas untuk mendapatkan kandidat yang diinginkan tanpa adanya diskriminasi yang sifatnya subyektif.
 
Sistem seleksi seperti inilah yang dianggap sebagai metoda terbaik karena menilai seseorang secara menyeluruh menggunakan metoda pendekatan lebih dari satu. Dengan sistem ini, Anda bisa melakukan pengukuran perilaku dengan cara yang berbeda-beda, bahkan perilaku kandidat di saat ada ketidakpastian juga bisa diukur melalui kemampuan; beradaptasi, kreativitas dan pengambilan keputusan yang semuanya bisa diukur salah satunya dengan melakukan tes simulasi pekerjaan. Selamat menentukan pilihan!
 
 

Merekrut dengan Efektif dan Bebas Sakit Kepala

Merekrut calon karyawan memang terdengar seperti perkara mudah. Organisasi atau perusahaan cukup membuka lowongan dengan mendeskripsikan kualifikasi-kualifikasi yang dibutuhkan. Sayangnya, ini tidak serta-merta menarik kandidat yang tepat. Terlebih lagi, ada banyak perusahaan yang berkompetisi untuk memikat bakat-bakat terbaik di luar sana yang diharapkan mampu mendorong bisnis mereka ke depan.
 
Di masa lalu, memasang iklan lowongan pekerjaan di situs head hunter, halaman karir di situs perusahaan, dan jejaring sosial sudah cukup untuk memikat kandidat. Faktanya sekarang, melihat  dunia internet dan jejaring sosial yang terus berevolusi, cara-cara ini menjadi kurang efektif.
 
“Jika organisasi melakukan rekrutmen melalui situs karir—misalnya posting di JobStreet, social media, atau melalui website perusahaan, hal tersebut harus dilakukan secara terpisah. Posting pada media tersebut dilakukan sendiri-sendiri. Person in charge untuk proses ini akan membutuhkan waktu lebih banyak. Data para kandidat pun harus dikumpulkan secara manual dari masing-masing media, atau bisa dikatakan data yang ada masih scattered. Selain itu, dengan menggunakan banyak channel secara terpisah, organisasi pun harus mengeluarkan biaya yang cukup besar,” jelas Putri Pelitasari, Sales and Marketing Manager Daya Dimensi Global (DDG).
 
Bicara soal biaya, Putri menambahkan, kerugian mengganti kandidat yang tidak tepat bisa mencapai tiga kali lipat gaji bulanan kandidat bersangkutan. Bahkan, ada biaya yang tidak terukur, seperti biaya karena tidak mengetahui kandidat mana yang paling sempurna untuk posisi tertentu, atau kehilangan calon kandidat yang tepat karena situs web perusahaan kurang memikat.
 
“Menggunakan tool Recruiting dari SuccessFactors, organisasi atau posisi yang ditawarkan akan terlihat di tempat-tempat yang berpotensi besar akan ditelusuri para kandidat ideal, di antaranya social media, mesin pencari, situs karir, dan lain sebagainya,” ujar Putri.
 
SuccessFactors Recruiting merupakan platform rekrutmen yang membuat perusahaan dapat merekrut dengan lebih baik, karena membuat interaksi menjadi mudah. Halaman lowongan yang ditawarkan juga dapat dioptimisasi sehingga mampu menarik perhatian calon kandidat. “Otomatis, biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk rekrutmen menjadi lebih rendah, sementara di lain sisi efektivitas meningkat,” tambahnya.
 
Menurut Putri, solusi rekrutmen efektif yang ditawarkan oleh DDG ini menawarkan kelebihan yang tidak dimiliki metode konvensional. Lewat Recruiting Dashboard, perusahaan bisa mendapatkan laporan mengenai visitor tracking, efektivitas kampanye rekrutmen yang sudah dilakukan, conversion funnel, hingga peringkat kata kunci. SuccessFactors Recruiting, yang merupakan bagian dari SuccessFactors Business Execution suite, juga terintegrasi dengan JAM, sehingga setiap anggota tim rekrutmen dapat berdiskusi serta memberi umpan balik mengenai calon kandidat di mana saja mereka berada. Selain itu, organisasi juga dapat mengidentifikasi apa yang sudah bekerja dan apa yang masih membutuhkan perhatian atau perbaikan.
 
“Dengan begitu, SuccessFactors Recruiting dapat membantu proses pengambilan keputusan menjadi lebih baik,” kata Putri. Tidak mengherankan jika tool ini mulai digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan efektivitas proses rekrutmen, selain dapat meminimalisasi biaya, kita juga dapat menghindari beban pikiran yang timbul dari mempekerjakan kandidat yang tidak tepat.
 
 

Bagaimana menjelaskan profesi “Konsultan” kepada anak SD? – Rainier Turangan

Ngajar anak SD seharian penuh itu butuh keahlian ternyata. Menjadi guru itu butuh banyak energi dan kreatifitas, bukan hanya untuk mengajar, tapi menyampaikan pesan, menginspirasi anak-anak. Demikian beberapa kesan para professional yang ikut terlibat dalam Kelas Inspirasi Jilid 2.
Bukan hanya tugas guru untuk mengajar, mendidik anak-anak bangsa, tetapi tugas kita semua. Itulah sebabnya, atas inisiatif para professional, di dukung oleh Indonesia Mengajar, Kelas Inspirasi ini hadir kembali menjawab dorongan hati beberapa profesional yang ingin ikut menginspirasi bibit unggul bangsa, melalui profesi mereka masing-masing.
 

Tantangan seorang konsultan

Banyak peserta yang baru merasakan pertama kalinya mengajar di Kelas Inspirasi ini. Berbagai profesi diperkenalkan dengan cara-cara kreatif, sehingga anak – anak SD membuka mata, bahwa cita – cita tidak sebatas dokter, insinyur, president, pilot. Salah satunya profesi unik yang hadir pada itu adalah “konsultan” Bp. Rainier Turangan – Direktur Daya Dimensi Indonesia yang hobi bersepeda ke kantor ini memutar otak mengolah ide sederhana yang dapat dipahami anak – anak SD.
Setelah melalui proses briefing, Bp. Rainier bersama dengan delapan orang profesional lainnya mengajar di SDN 01 Karet Pagi. Ide sederhana pun muncul, setelah semua pengajar memperkenalkan diri, Bp. Rainier mengejutkan dengan para siswa dengan pesan sederhana. “Kalian tahu apa itu konsultan? Konsultan itu … gurunya orang dewasa”
 

Visi “Better Indonesia “ yang melekat di hati.

Selaras dengan visi Daya Dimensi Indonesia “People Solution, Partner of Choice, Better Indonesia, Creating better World, yang seolah menyerap dalam keseharian Rainier Turangan. “Intinya adalah cinta Indonesia, dulu.” Selanjutnya kita bisa melakukan apapun untuk tanah air kita, kalau didasari dengan rasa cinta. Kelas Inspirasi hanya salah satu wadah untuk menyalurkan panggilan hati para idealis yang masih mempunyai mimpi menjadikan Indonesia lebih baik, dengan melakukan “sesuatu” bagi negri ini.
Pesan di hari inspirasi harus melekat dengan kuat di benak anak – anak SDN Karet Pagi ini. Para inspirator ini menutup hari dengan “Pohon Cita-cita” , semua murid SD menuliskan cita-cita mereka di kertas warna-warni, dan menggantungkan di ranting pohon , semoga hari ini menjadi hari yang tidak terlupakan, dan suatu saat nanti mereka boleh merasakan buahnya. 
 
 
 

Mahakarya untuk Wanita Indonesia

Arison Ibnur—sang maestro koreografi yang akrab dipanggil Tom—putra Minangperaih berbagai penghargaan di bidang seni tari, tak lama lagi akan mempersembahkan “Padusi”.“Padusi” adalah sebuah drama musikal yang menceritakan mengenai kekuatan, kehormatan dan kemuliaan sosok perempuan.Pementasan ini diwakili melalui tiga legenda Minang, yakni Sabai Nan Aluih yang menonjolkan sosok perempuan gemulai nan perkasa, Siti Jamilan sosok perempuan yang mempertahankan kehormatannya sebagai seorang istri, dan Puti Bungsu yang menceritakan kemuliaan perempuan.Lalu, rencananya, akhir pertunjukan akan ditutup dengan cerita sosok perempuan masa kini yang menyimpulkan dan meyatukan alur cerita ini. Pertunjukan ini adalah sebuah karya seni kontemporer yang tetap menonjolkan akar budaya Minang. 
 
Bersama Nia Dinata, sutradara kenamaan yang sedang menggarap penulisan naskah, dan Rama Soeprapto—sebagai penata artistik—karya ini merupakan apresiasi terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Minang yang memang dipersembahkan untuk para wanita Indonesia. Pertunjukan ini akan menampilkan kolaborasi para penari ISI (Institut Seni Indonesia) Padang Panjang dan para penari dari Institut Kesenian Jakarta yang terselenggara berkat kerja sama PT DayaLima Abisatyadan Yayasan Bunda serta didukung oleh Djarum Apresiasi Budaya.
 
Sampai saat ini, proses seleksi aktor dan penyanyi sedang berlangsung seiring dengan proses kreatif yang tengah berjalan. Latihan pertama telah berlangsung di Padang Panjang dan akan terus berlangsung hingga pementasan, yaitu pada tanggal 11—12 Mei 2013 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Selain dimeriahkan dengan pertunjukkan drama musikal,akan digelar pula festival kuliner dan pameran kebudayaan Minang. Tentunya, buah karya dari maestro koreografi tari Indonesia yang merupakan campuran etnik dan modern